Tampilkan postingan dengan label tuntunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tuntunan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Mei 2014

Hukum laki-laki menjenguk muslimah yang sakit

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta
alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu
'Alaihi Wasallam-, keluarga dan pra sahabatnya.
Menjenguk orang sakit termasuk di antara akhlak Islam
yang mulia. Ia bagian misi rahmat Islam, khususnya
terhadap orang-orang lemah. Karena orang sakit sedang
merasakan penderitaan dan menahan rasa sakit yang
menyerangnya. Oleh sebab itu, ia lebih membutuhkan
perhatian dan bantuan dari sesamanya serta hiburan dan
motifasi untuk menguatkannya. Karena itulah Islam
memberikan perhatian besar terhadap akhlak mulia ini
melalui lisan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam .
ﺃَﻃْﻌِﻤُﻮﺍ ﺍﻟْﺠَﺎﺋِﻊَ ﻭَﻋُﻮﺩُﻭﺍ ﺍﻟْﻤَﺮِﻳﺾَ ﻭَﻓُﻜُّﻮﺍ ﺍﻟْﻌَﺎﻧِﻲَ
" Berilah makan oleh kalian orang yang lapar,
jenguklah orang sakit, dan bebaskan tawanan
(muslim). " (HR. Al-Bukhari Dari Abu Musa al-Asy'ari
Radhiyallahu 'Anhu )
Dituturkan oleh al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'Anhu ,
ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
memerintahkan kepada kami dengan tujuh perkara dan
melarang kami dari tujuh perkara: Beliau
memerintahkan kami agar menjenguk orang
sakit. . ." (Muttafaq 'alaih)
Pentingnya akhlak ini dalam struktur masyarakat
muslim, Islam menjadikannya sebagai bagian dari hak
ukhuwah islamiyah yang harus ditunaikan seorang
muslim terhadap saudara muslimya yang lain.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ﺣَﻖُّ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﺧَﻤْﺲٌ ﺭَﺩُّ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡِ ﻭَﻋِﻴَﺎﺩَﺓُ ﺍﻟْﻤَﺮِﻳﺾِ ﻭَﺍﺗِّﺒَﺎﻉُ ﺍﻟْﺠَﻨَﺎﺋِﺰِ
ﻭَﺇِﺟَﺎﺑَﺔُ ﺍﻟﺪَّﻋْﻮَﺓِ ﻭَﺗَﺸْﻤِﻴﺖُ ﺍﻟْﻌَﺎﻃِﺲِ
" Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima:
Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar
jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang
bersin. ” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu
Hurairah Radhiyallahu 'Anhu )

Akhlak Islam yang mulia ini berlaku secara umum
untuk laki-laki dan wanita. Kalau antar sesama jenis
tentu tidak kita perselisihkan, yakni laki-laki menjenguk
laki-laki lainnya, wanita menjenguk sesama wanita.
Namun bagaimana jika yang sakit seorang wanita
muslimah, apakah laki-laki muslim yang tidak punya
hubungan mahram atau kekerabatan juga dianjurkan
menjenguknya?

Pada dasarnya, seorang laki-laki muslim boleh
menjenguk muslimah –bukan mahramnya- yang sedang
sakit. Juga sebaliknya, seorang muslimah boleh
menjenguk seorang muslim –bukan mahramnya- yang
sedang sakit. Dan ia akan mendapatkan pahala dan
keutamaan menjenguk orang sakit.

Tentu ini dengan
beberapa syarat, yaitu: bisa menjaga aurat, aman dari
fitnah, dan tidak khalwat (berduaan).

Imam al-Bukhari membuat bab dalam Shahihnya, Bab
Iyadah al-Nisa’ al-rijal (bab kaum wanita menjenguk
kaum lelaki) dan Ummu Darda’ menjenguk seorang
laki-laki Anshar yang tinggal di masjid. Kemudian
beliau menyebutkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'Anha
bahwa dia menjenguk Abu Bakar dan Bilal
Radhiyallahu 'Anhuma saat keduanya sakit ketika baru
sampai di Madinah.
Ummu Salamah juga pernah menjengk Syamas bin
Utsman dan lainnya. Diceritakan pula tentang wanita
Anshar yang menjenguk Utsman bin Madz’un saat ia
sakit dan dirawat di salah satu rumah di kampung
mereka. Saat ia meninggal maka para wanita Anshar
memberikan kesaksian baik untuknya.
Imam Muslim meriwatakan dari Anas Radhiyallahu
'Anhu , “Bahwasanya Abu Bakar berkata kepada Umar
Radhiyallahu 'Anhu setelah wafatnya Nabi Shallallahu
'Alaihi Wasallam ,
ﺍﻧْﻄَﻠِﻖْ ﺑِﻨَﺎ ﺇﻟَﻰ ﺃُﻡِّ ﺃَﻳْﻤَﻦَ ﻧَﺰُﻭﺭُﻫَﺎ ، ﻛَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﻳَﺰُﻭﺭُﻫَﺎ , ﻭَﺫَﻫَﺒَﺎ ﺇﻟَﻴْﻬَﺎ
“Mari kita pergi ke Ummu Aiman untuk
mengunjunginya, sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi
Wasallam dahulu biasa mengunjunginya. Maka
keduanya pergi ke sana.”

Ibnu Al-Jauzi Rahimahullah berkata, “Dan lebih utama
membawa maksud itu atas orang yang tidak khawatir
fitnah, seperti wanita tua.” Wallahu Ta’ala A’lam.

[PurWD/voa-islam.com]

Istighfar penghapus dosa besar

Asataghfirullaah Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal
Qayyuma wa Atuubu Ilaihi

“Aku mohon ampun dan bertaubat kepada Allah yang
tiada tuhan (berhak disembah) kecuali hanya Dia, Dzat
Maha hidup kekal dan berdiri sendiri”

Sumber Doa
Dari Zaid bin Haritsah –maula Nabi Shallallahu 'Alaihi
Wasallam- berkata: Aku mendengar Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻲَّ ﺍﻟْﻘَﻴُّﻮﻡَ ﻭَﺃَﺗُﻮﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻏُﻔِﺮَ
ﻟَﻪُ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺪْ ﻓَﺮَّ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺰَّﺣْﻒِ
“Siapa yang membaca Asataghfirullaah Laa Ilaaha Illaa
HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi maka akan
diampuni dosanya walaupun ia pernah lari dari medan
perang.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, al-Thabrani,
Al-Hakim dan Ibnu Abi Syaibah. Dishahihkan oleh
Syaikh Al-Albani Rahimahullah di Shahih Abi Dawud
dan Shahih al-Tirmidzi)

Terdapat tambahan dalam sebagian riwayat –seperti
dalam Sunan Al-Tirmidzi & al-Hakim-, “Astaghfirullah
Al-‘Adzim”.
Tempat Khusus Membacanya?
Telah datang beberapa riwayat yang menerangkan
tempat khusus untuk membaca doa istighfar ini, seperti
sesudah shalat, bangun tidur, dan di pagi hari Jum’at.
Namun tak satupun dari keterangan-keterangan tersebut
yang shahih sehingga tidak bisa diamalkan dengan
kekhususannya tersebut.

Ada hadits yang berstatus maqbul –sebagian ulama
menghasankannya dan sebagian lain menshahihkannya-
menyebutkan istighfar tersebut tanpa mengaitkannya
dengan waktu-waktu tertentu. Bisa dibaca pada waktu
yang bebas tanpa mengkhususkannya dengan waktu
dan tempat.

Al-Hakim mengeluarkannya dalam Mustadraknya dari
hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu 'Anhu , ia
berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda:
ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻲَّ ﺍﻟْﻘَﻴُّﻮﻡَ ﻭَﺃَﺗُﻮﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ
ﻏُﻔِﺮَﺕْ ﺫُﻧُﻮْﺑُﻪُ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺪْ ﻓَﺎﺭًّﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺰَّﺣْﻒ
ِ
“Siapa yang membaca Asataghfirullaah Alladzii Laa
Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi
maka diampuni dosa-dosanya walaupun ia pernah lari
dari medan perang.”

(HR. Al-Hakim, beliau berkata:
“ini adalah hadits shahih sesuai syarat Muslim namun
Al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya.”
Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Thabrani dalam Al-
Mu’jam Al-Kabir, no. 8541. Abu Nu’aim meriwayatkan
yang serupa dalam Akhbar Ashbahan dari hadits Abu
Hurairah Radhiyallahu 'Anhu )
Keutamaannya
Doa ini mengandung istighfar (permohonan ampunan)
yang sangat agung dan memakai wasilah (sarana) yang
sangat mulia dengan menyebut nama-nama Allah yang
Maha Indah –Allah, Al-Adzim, Al-Hayyu, dan Al-
Qayyum-, ikrar akan uluhiyah Allah dan tekad
bertaubat saat itu juga.

Astaghfirullah memiliki makna meminta ampunan
kepada Allah, memohon agar Allah menutupi dosa-
dosanya, dan tidak menghukumnya atas dosa-dosa
tersebut.
Disebut kalimat tauhid setelah kalimat “Aku meminta
ampun kepada Allah” memberikan makna bahwa
hamba tersebut mengakui kewajibannya untuk ibadah
kepada Allah semata yang itu menjadi hak Allah
Subhanahu Wa Ta'ala . Ini menuntut agar orang yang
beristighfar untuk membuktikan ubudiyahnya kepada
Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan
menjauhi larangan-larangan-Nya.
Al-Hayyul Qayyum: dua nama Allah yang agung ini
disebut sesudahnya memiliki kaitan dengan permintaan
ampunan karena semua nama Allah dan sifat-Nya yang
Maha tinggi yang Dzatiyah dan Fi’liyah kembali
kepada keduanya. Sifat Dzatiyah merujuk kepada nama
Al-Hayyu (Maha hidup kekal). Sedangkan sifat fi’liyah
kembali kepada nama Al-Qayyum (Tegak berdiri
sendiri dan mengurusi semua makhluk-Nya)
Ditutup doa tersebut dengan Waatubu Ilaihi (Aku
bertaubat kepada-Nya) mengandung keinginan kuat
dari hamba untuk bertaubat (kembali) kepada Allah
Tabaraka wa Ta’ala. Karenanya jika hamba
mengucapkan kalimat ini hendaknya ia jujur dalam
melafadzkannya pada dzahir & batinnya. Jika ia dusta,
dikhawatirkan ia tertimpa kemurkaan Allah. (Lihat al-
Fuuthaat al-Rabbaniyah: 3/701)
Allah siapkan balasan terbaik untuknya, yakni ampunan
untuknya sehingga dihapuskan dosa-dosanya, ditutupi
aib-aibnya, dilapangkan rizkinya, dijaga fisiknya,
dipelihara hartanya, mendapat kucuran barakah,
semakin meningkat kualitas agamanya, menjapatkan
jaminan keamanan di dunia dan akhirat, dan mendapat
keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala .

Dosa yang akan diampuni dengan doa istighfar ini
bukan hanya dosa-dosa kecil, tapi juga dosa besar.
Bahkan dosa yang terkategori min akbaril dzunub (dosa
paling besar), yaitu lari dari medan perang, “. . .
walaupun ia pernah lari dari medan perang.”
Lari dari medan perang adalah lari meninggalkan
medan jihad fi sabilillah saat berkecamuk peperangan
melawan orang kafir. Ini menunjukkan bahwa melalui
doa istighfar yang agung ini Allah akan mengampuni
dosa-dosa terbesar yang tidak memiliki konsekuensi
hukuman jiwa dan harta seperti lari dari medan perang
dan dosa-dosa semisalnya.

Jika hamba mengucapkan
doa di atas dengan ikhlash, jujur, memahami makna-
maknanya; niscaya ia akan mendapatkan kabar gembira
maghfirah yang agung ini.

Selasa, 22 April 2014

Jilbab menyelamatkanmu dari siksa api neraka

Mohon maaf bukan niat hati tuk
menghakimi ukhtii yang belum bisa
memakai jilbab tapi pada dasarnya hanya
sekedar untuk saling mengingatkan saja
sesama umat islam khususnya wanita,,

" Imam Ali as berkata: “Saya dan Fathimah
menghadap Rasulullah saw dan kami
melihat beliau dalam keadaan menangis
tersedu-sedu dan kami berkata kepada
beliau: “Demi ayah dan ibuku sebagai
jaminanmu, apa yang membuat anda
menangis tersedu-sedu?”
Rasulullah bersabda: “wahai Ali pada
malam mi’raj ketika aku pergi ke langit ,aku
melihat wanita–wanita umatku dalam azab
dan siksa yang sangat pedih sehingga aku
tidak mengenali mereka. Oleh karena itu,
sejak aku melihat pedihnya azab dan siksa
mereka, aku menangis. Kemudian beliau
bersabda:

1. Aku melihat wanita yang digantung
dengan rambutnya dan otak kepalanya
mendidih. Rasulullah saw bersabda:
“Wanita yang digantung dengan rambutnya
dan otak kepalanya mendidih adalah wanita
yang tidak mau menutupi rambutnya dari
pandangan laki-laki yang bukan mahram.
Sepenggal cerita Ali as diatas dari 11 sabda
Rosullullah mengenai wanita yang masuk
neraka nererangkan dengan jelas
bahwasanya seorang wanita akan masuk
neraka jika tidak menutupi rambutnya atau
memakai jilbab(Hijab)

Mungkin Kaum wanita sekarang
menyangka bahwa tidak memakai jilbab
adalah dosa kecil,bahkan ada yang bilang
lebih baik tak memakai jelbab dari pada
memakai juga tak bisa menjaga
kelakuannya"
Kaum wanita menganggap yang terpenting
hatinya dan bisa menjaga prilaku dan
mengerjakan sholat, puasa, zakat dan haji
yang mereka lakukan.
Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 5 baris
terakhir yang artinya sbb: “….. Barang
siapa yang mengingkari hukum-hukum
syariat Islam sesudah beriman, maka
hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat
dia termasuk orang-orang yang merugi”.

Sebagaimana telah diterangkan dimuka,
memakai jilbab bagi kaum wanita adalah
hukum syariat Islam yang digariskan Allah
dalam surat An-Nur ayat 59. Jadi kaum
wanita yang tak memakainya, mereka telah
mengingkari hukum syariat Islam dan bagi
mereka berlaku ketentuan Allah yang tak
bisa ditawar lagi, yaitu hapus pahala shalat,
puasa, zakat dan haji mereka?.

Sikap Allah diatas ini sama dengan sikap
manusia dalam kehidupan sehari-hari
sebagai terlambang dari peribahasa
seperti:“Rusak susu sebelanga, karena nila
setitik,”. Contoh segelas susu adalah enak
diminum. Tetapi kalau dalam susu itu ada
setetes kotoran manusia, kita tidak
membuang kotoran tersebut lalu meminum
susu tersebut, tetapi kita membuang seluruh
susu tersebut. Begitulah sikap manusia jika
ada barang yang kotor mencampuri barang
yang bersih. Kalau manusia tidak mau
meminum susu yang bercampur sedikit
kotoran, begitu juga Allah tidak mau
menerima amal ibadah manusia kalau satu
saja perintah-Nya diingkari.

Di dalam surat Al A’raaf ayat 147, Allah
menegaskan lagi sikapNya terhadap wanita
yang tak mau memakai jilbab, yang
berbunyi sbb.:
“Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat
Kami, juga mendustakan akhirat, hapuslah
seluruh pahala amal kebaikan. Bukankah
mereka tidak akan diberi balasan selain dari
apa yang telah mereka kerjakan?” Kaum
wanita yang tak memakai jilbab didalam
hidupnya, mereka telah sesuai dengan bunyi
ayat Allah diatas ini, hapuslah pahala shalat,
puasa, zakat, haji mereka. Kaum wanita
yang tak mau memakai jilbab berada dalam
neraka sebagaimana bunyi hadits Nabi
Muhammad SAW diatas, jdi ditegaskan
Allah sebagaimana firmanNya di dalam
surat Al A’raaf ayat 36 yang artinya seperti:
“Adapun orang-orang yang mendustakan
ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri
terhadapnya, mereka itulah penghuni
neraka, mereka kekal didalamnya”.

Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab,
adalah mendustakan ayat Allah surat An
Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59 dan
menyombongkan diri terhadap perintah
Allah tersebut, maka sesuai dengan bunyi
ayat tersebut diatas mereka kekal didalam
neraka.

Ummat Islam selama ini menyangka
tidak kekal didalam neraka, karena ada
syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad
SAW yang memohon kepada Allah agar
ummat yang berdosa dikeluarkan dari
neraka. Mereka yang dikeluarkan Allah dari
neraka, mereka yang dalam hidupnya ada
perasaan takut kepada Allah. Tetapi kaum
wanita yang tak mau memakai jilbab, tidak
ada perasaan takutnya akan siksa Allah,
sebab itulah mereka kekal didalam neraka.

Sekarang kaum wanita yang tak mau
berjilbab, dapat menanyakan kepada hati
nurani mereka masing-masing. Apakah
terasa berdosa bagaikan gunung yang
sewaktu- waktu jatuh menghimpitnya atau
bagaikan lalat yang hinggap dihidung
mereka?.
Kalau kaum wanita yang tak mau memakai
jilbab, menganggap enteng dosa mereka
bagaikan lalat yang hinggap dihidungnya,
maka tak akan bertobat didalam hidupnya.

Atau dalam perkataan lain tidak ada
perasaan takutnya kepada Allah, sebab itu
mereka kekal didalam neraka sebagaimana
bunyi surat Al-A’raaf ayat 36 di atas.
Jadi mereka tak mendapat syafaat atau
pertolongan Nabi Muhammad SAW nanti di
akhirat.

Banyak sekali kaum wanita yang
tak berjilbab sungguhpun mereka
mendirikan shalat, puasa, zakat dan haji,
tetapi telah hapus nilai pahalanya disisi
Allah telah terjadi di zaman kita ini dan
akan berketerusan sampai hari kiamat,
kecuali dakwah menghidupkan risalah jilbab
ini dikerjakan bersama-sama oleh seluruh
ummat Islam, yaitu dengan mencetak ulang
buku yang tipis ini dengan jumlah yang
banyak dan disebarkan secara cuma-cuma
ketengah-tengah ummat Islam.
Sesungguhnya banyak kaum wanita yang
hapus pahala shalatnya yang hidup di
zaman ini dan di zaman yang akan datang,
semata-mata karena mereka tidak memakai
jilbab didalam hidup mereka, telah
diisyaratkan Nabi Muhammad SAW dikala
hidup beliau sebagaimana bunyi hadits
dibawah ini yang artinya sbb:
“Ada satu masa yang paling aku takuti,
dimana ummatku banyak yang mendirikan
shalat, tetapi sebenarnya mereka bukan
mendirikan shalat, dan neraka jahanamlah
bagi mereka”.
Tafsir “…sebenarnya bukan mendirikan
shalat…” dari hadits diatas, ialah nilai shalat
mereka tidak ada disisi Allah karena telah
hapus pahalanya disebabkan kaum wanita
mengingkari ayat jilbab. Begitulah Nabi
Muhammad SAW memberi peringatan
kepada kita semua, bahwa banyak
ummatnya dari kaum wanita yang masuk
neraka biarpun mereka mendirikan shalat,
tetapi tidak memakai jilbab didalam hidup,
"Semoga menjadi renungan kita bersama
bahwa yang wajib itu tetap wajib
hukumnya,," Kalau tidak mulai dari
sekarang apakah kita akan menunggu hari
lusa atau disaat kita sudah tua,,,?"
Ingat satu hal Malaikat maut itu tidak
menunggumu hari lusa besok atau taun
depan mungkin satu menit,jam atau hari
esok kita telah dicabut nyawanya oleh
malaikat maut,,"dan kita benar-benar
menjadi orang yang merugi setelah hari itu
datang kepada kita,,"
Buat ukhtii Berjilbab Yuks,,,,"memakai
jilbab itu indah dan terhormat dimata
manusia juga dimata ALLAH"
raihlah amal , silahkan bagikan kepada ke
teman2mu,, ^___^

Sumber : sebutir syair dari tetesan embun

Senin, 21 April 2014

Dukun politik jelang pemilu

Surakarta (An-najah.net) – Jelang Pemilu
2014, sejumlah orang yang mengaku
penasihat spiritual atau dukun menawarkan
jasa bagi calon anggota legislatif yang ingin
sukses melenggang ke kursi wakil rakyat.
Tidak sedikit calon yang mempercayai ‘orang
pintar’ ini, meski tidak sedikit mencibir
praktek mistis ini.
Salah satu dukun yang sering didatangi
adalah Kiai Suryo. Ia seorang dukun yang
membuat heboh melalui video berjudul
‘Merah Delima’ yang diunggah ke Youtube
19 Februari 2014 lalu, mengaku bisa
memuluskan jalan seseorang untuk bisa
menjadi anggota legislatif.
“DPRD dan DPD Rp 250 juta. Kalau DPR
pusat sampai wali kota bupati tarifnya sama,
Rp 1 miliar,” kata Suryo ketika dihubungi
merdeka.com.
Sementara itu, menurut seorang sosiolog
Trimarhaeni di Semarang. Mengatakan
perbuatan merdukun itu suatu hal lucu.
Bahkan perbuatan itu tidak masuk akal. Ia
mengatakan wajar jika rakyat yang cerdas
tidak mau memilih karena yang dipilih
seperti itu. “Rakyat memang harus jadi
pemilih yang cerdas, maka wajar jika rakyat
tidak memilih karena mareka tidak mau
memilih caleg seperti itu” ungkapnya kepada
reporter metroTV.
Namun, jika umat Islam mau kembali kepada
Islam. Maka Islam telah menunjukkan bahwa
perbuatan mendatangi dukun itu haram
hukumnya. Dan perbuatan itu merupakan
kekafiran dan bisa terjerumus dalam
kesesatan.
Para dukun mengaku mengetahui hal-hal
yang ghaib itu hanya didasarkan atas
perkiraan belaka, atau dengan cara
mendatangkan jin, dan meminta tolong
kepada jin-jin itu tentang sesuatu yang
mereka inginkan. Perbuatan seperti ini bisa
masuk kedalam jurang kesyirikan.
Rasulullah Saw bersabda,
ﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﻛَﺎﻫِﻨًﺎ ﺃَﻭْ ﻋَﺮَّﺍﻓًﺎ ﻓَﺼَﺪَّﻗَﻪُ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻓَﻘَﺪْ ﻛَﻔَﺮَ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻧْﺰِﻝَ
ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
“Barang siapa mendatangi dukun atau rukang
ramal, lalu membenarkan apa yang ia
katakana, maka sungguh dia telah kafir
terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad shallallaahu ‘alaihi
wasallam.” (HR. Bukhari – Muslim)
Rasulullah juga bersabda,
ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ﻣَﻦْ ﺗَﻄَﻴَّﺮَ ﺃَﻭْ ﺗُﻄُﻴِّﺮَ ﻟَﻪُ ﺃَﻭْ ﺗَﻜَﻬَّﻦَ ﺃَﻭْ ﺗُﻜُﻬِّﻦَ ﻟَﻪُ ﺃَﻭْ ﺳَﺤَﺮَ
ﺃَﻭْ ﺳُﺤِﺮَ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﻛَﺎﻫِﻨًﺎ ﻓَﺼَﺪَّﻗَﻪُ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﻓَﻘَﺪْ ﻛَﻔَﺮَ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻧْﺰِﻝَ
ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
“Bukan dari golongan kami orang yang
meramal nasib dan yang minta diramalkan,
orang yang melakukan praktek perdukunan
dan yang memanfaatkan jasa perdukunan,
yang melakukan praktek sihir (tenung) atau
yang memanfaatkan jasa sihir (minta
ditenungkan). Dan barangsiapa mendatangi
dukun dan membenarkan apa yang ia
katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir
pada apa yang diturunkan kepada
Muhammad shallallaahu ‘alaihi
wasallam.” (HR. Al-Bazzar dengan sanad
Jayyid).
Rasulullah Saw, menegaskan melalui
sabdanya:
ﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﻋَﺮَّﺍﻓًﺎ ﻓَﺴَﺄَﻟَﻪُ ﻋَﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﻟَﻢْ ﺗُﻘْﺒَﻞْ ﻟَﻪُ ﺻَﻠَﺎﺓٌ ﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﻟَﻴْﻠَﺔً
“Barang siapa mendatangi tukang ramal dan
menanyakan sesuatu kepadanya, tidak akan
diterima shalatnya selama empat puluh
malam.” (HR. Muslim, dan dalam riwayat
lain disebutkan empat puluh hari).
Berkembangnya praktek dukun ini memang
benar-benar lucu, tidak masuk akal dan
sangat memprihatikan. Fenomena dukun
politik ini menunjukkan kesesatan mereka
diatas kesesatan. (Anwar/annajah)

Minggu, 20 April 2014

Memilih pemimpin


Setiap lima tahun sekali,
rakyat Indonesia senantiasa berharap, berdo’a
kepada Allah dan berikhtiar melalui Pemilu,
agar dapat menemukan sosok pemimpin yang
dapat mewujudkan cita-cita kemerdekaan
Indonesia. Yaitu, menjadi bangsa yang
berdaulat, adil dan makmur bagi seluruh
rakyat Indonesia. Namun, do’a, harapan, dan
ikhtiar rakyat Indonesia belum juga terwujud.
Pilpres setiap lima tahun sekali, sampai
sekarang ternyata hanya utopia. Presiden
terpilih yang datang silih berganti tidak dapat
menjalankan amanah konstitusi, gagal
memenuhi cita-cita kemerdekaan. Mereka
justru menjadi fir’aun-fir’aun kecil yang
menjerumuskan rakyatnya ke jalan neraka.
ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺃَﺋِﻤَّﺔً ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻟَﺎ ﻳُﻨْﺼَﺮُﻭﻥَ
) 41 ( ﻭَﺃَﺗْﺒَﻌْﻨَﺎﻫُﻢْ ﻓِﻲ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻟَﻌْﻨَﺔً ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻫُﻢْ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﻤَﻘْﺒُﻮﺣِﻴﻦَ ) 42(
“Kami telah menjadikan Fir’aun dan para
pembesarnya sebagai pemimpin yang
mengajak manusia ke neraka. Pada hari
kiamat kelak, mereka tidak akan
mendapatkan penolong dari siksa neraka.
Kami timpakan laknat kepada Fir’aun dan
para pembesarnya di dunia ini. Pada hari
kiamat kelak, mereka termasuk orang-orang
yang diadzab di neraka.” (Qs. Al-Qashash,
28: 41-42)
Fir’aun, artinya orang yang lari dari
pertolongan Allah Swt. Kepemimpinan
Fir’aun, atau Fir’aunisme merupakan contoh
buruk penguasa zalim sepanjang masa.
Kekuasaannya bersumber pada hawa nafsu,
menolak ajaran Allah, tidak memiliki
ideologi dan tujuan hidup, selain kesenangan
duniawi serta kenikmatan sensual.
Di zaman modern ini, Fir’aunisme
merupakan jelmaan dari penguasa dan
penindas sekaligus. Seperti disebut dalam Al-
Qur’an, gaya kepemimpinan Fir’aunisme
suka menyalah gunakan wewenang untuk
kepentingan kekuasaannya. Mengadu domba
dan memecah belah rakyat, supaya rakyat
menjadi lemah dan tidak berani melawan.
Didukung para loyalis dan birokrasi
kekuasaan, ia melakukan rekayasa, bila perlu
rekapaksa terhadap rakyat guna
melanggengkan kekuasaannya. Untuk
kepentingan ini, ia tak segan membunuh
lawan politiknya secara tak
berprikemanusiaan. Inilah karakter dan gaya
kepemimpinan yang jahat, warisan raja-raja
Fir’aun.
Akibat tragis kekuasaannya yang zalim,
maka Fir’aun bersama kroninya dilaknat oleh
Allah, ditimpa malapetaka yang dahsyat.
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺃَﺧَﺬْﻧَﺎ ﺁﻝَ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥَ ﺑِﺎﻟﺴِّﻨِﻴﻦَ ﻭَﻧَﻘْﺺٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺜَّﻤَﺮَﺍﺕِ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ
ﻳَﺬَّﻛَّﺮُﻭﻥَ ) 130 (
“Kami telah menghukum kaum Fir’aun
dengan bencana paceklik dan kekurangan
buah-buahan, supaya mereka mau menyadari
kesalahannya.” (Qs. Al-A’raaf, 7: 130)
ﻓَﺄَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟﻄُّﻮﻓَﺎﻥَ ﻭَﺍﻟْﺠَﺮَﺍﺩَ ﻭَﺍﻟْﻘُﻤَّﻞَ ﻭَﺍﻟﻀَّﻔَﺎﺩِﻉَ ﻭَﺍﻟﺪَّﻡَ ﺁﻳَﺎﺕٍ
ﻣُﻔَﺼَّﻠَﺎﺕٍ ﻓَﺎﺳْﺘَﻜْﺒَﺮُﻭﺍ ﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﻣُﺠْﺮِﻣِﻴﻦَ ) 133 (
“Kemudian Kami pun mengirimkan puting
beliung, belalang, kutu, katak, dan banjir
darah kepada kaum Fir’aun sebagai tanda
ancaman Allah yang rinci dan jelas, namun
kaum Fir’aun tetap congkak. Sejak dahulu
kaum Fir’aun adalah kaum yang suka
berbuat dosa.” (Qs. Al-A’raaf, 7: 133)
Dimanapun di dunia ini, apakah di Amerika,
Iran, Arab Saudi, Mesir, Pakistan, Rusia,
Cina, Israel, Indonesia atau dimana saja, jika
seorang penguasa menggunakan
kekuasaannya untuk berbuat zalim pada
rakyatnya, tidak menaati Allah Swt,
sesungguhnya dia telah memosisikan dirinya
sebagai musuh Allah. Dan jika penguasa
negara telah menjadi musuh Allah, inilah titik
bahaya bagi sebuah negara. Selamanya akan
menjadi bangsa terlaknat di dunia, dan
mendapat adzab di akhirat, sampai mereka
bertobat.
Memilih Pemimpin
Pemilu legislatif 9 April 2014, baru saja
berlalu. Dan beberapa bulan lagi menghadapi
Pilpres. Petualangan Parpol Islam, berakhir
sebagai pecundang dan dipecundangi parpol
sekuler. Sebagai kekuatan politik, umat Islam
Indonesia bukan saja ditindas,
dikesampingkan, tapi juga dilumpuhkan.
Ibarat kata, eksistensi parpol Islam sekadar
aksesoris.
Setelah bencana kekalahan yang terus
menerus menerpa, dari pemilu ke pemilu,
mungkinkah para aktor politik ini menyadari
kesalahannya? Sambil menanti masa suram
parpol Islam berlalu, kita berharap janganlah
potensi umat Islam dihamburkan untuk
tujuan yang tidak berdaya guna.
Bercerminlah sejenak pada sabda Rasulullah
Saw di bawah ini:
ﺇِﻥَّ ﺭَﺑِّﻲ ﻗَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ، ﺇِﻧِّﻲ ﺇِﺫَﺍ ﻗَﻀَﻴْﺖُ ﻗَﻀَﺎﺀً ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳُﺮَﺩُّ ،
ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﺃَﻋْﻄَﻴْﺘُﻚَ ﻟِﺄُﻣَّﺘِﻚَ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺃُﻫْﻠِﻜَﻬُﻢْ ﺑِﺴَﻨَﺔٍ ﻋَﺎﻣَّﺔٍ ، ﻭَﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺃُﺳَﻠِّﻂَ
ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻋَﺪُﻭًّﺍ ﻣِﻦْ ﺳِﻮَﻯ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻓَﻴَﺴْﺘَﺒِﻴﺢَ ﺑَﻴْﻀَﺘَﻬُﻢْ ، ﻭَﻟَﻮْ ﺍﺟْﺘَﻤَﻊَ
ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻣَﻦْ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻗْﻄَﺎﺭِﻫَﺎ …
“Sesungguhnya Tuhanku telah berfirman:
“Bila Aku telah memutuskan sesuatu, maka
keputusan itu tidak akan berubah lagi.
Sesungguhnya Aku telah memberikan
kepadamu untuk umatmu, bahwa Aku tidak
akan membinasakan mereka dengan
menurunkan malapetaka. Aku juga tidak
akan menjadikan mereka dikuasai oleh
musuh mereka, tetapi mereka akan binasa
oleh kekuatan mereka sendiri, dan sekalipun
musuh bersatu untuk menghancurkan mereka
tidaklah akan berhasil.” (HR. Muslim, At-
Tirmidzi, dan Ahmad dari Tsauban)
Sebagian pengamat mengatakan, kondisi
parpol Islam yang terus menerus
dipecundangi parpol sekuler, belum pernah
menang sepanjang sejarah pemilu di
Indonesia; disebabkan jualan agama sudah
tidak laku. Parpol sekuler lebih unggul dalam
strategi penggalangan massa dan pengalaman
berpolitik mereka jauh lebih hebat.
Namun, menurut logika akal sehat tidaklah
demikian. Siasat lawan politiknya tidak akan
berhasil bilamana parpol Islam tetap
konsisten berpegang pada agama Allah
dalam mengemban misi politiknya. Tidak
perlu khawatir akan dikuasai oleh musuh-
musuhnya, selama mereka benar-benar
mampu mengendalikan hawa nafsunya dan
melaksanakan Syariat Islam dalam kehidupan
sehari-hari.
Jika ternyata kaum muslimin dapat
dikalahkan atau dilumpuhkan secara politik,
itu semata-mata akibat kelalaian dan
pengingkaran terhadap Syariat Islam. Sebab
yang membuat kaum muslimin kuat adalah
komitmen dan konsistensi mereka dalam
menjalankan Islam sehari-hari, sehingga
segala makar dan tipu muslihat musuh untuk
melemahkan mereka tidak akan berpengaruh
apa-apa. Sesungguhnya Allah Swt. telah
menegaskan, umat Islam tidak akan dapat
dikuasai dan dibinasakan oleh musuh-
musuhnya, tetapi mereka akan hancur oleh
ulah dan kesalahannya sendiri.
Dengarlah wasiat Khalifah ‘Umar Bin Khattab
RA kepada panglima perang Sa’ad bin Abi
Waqqash RA saat akan berjihad melawan
pasukan Persia dalam peperangan Qadisiyah
yang terjadi pada tahun 14 H / 636 M.
“Aku memerintahkanmu dan seluruh anggota
pasukanmu untuk bertakwa kepada Allah
dalam setiap keadaan, karena taqwa kepada
Allah adalah senjata yang paling kuat dan
strategi yang paling jitu untuk mengalahkan
musuhmu dalam peperangan. Dan aku
memerintahkanmu beserta seluruh anggota
pasukanmu untuk berhati hati terhadap
perbuatan maksiat, lebih dari kehati-hatian
kalian terhadap musuh, karena kemaksiatan
tentara Islam lebih aku khawatirkan daripada
pasukan musuh.
Sesungguhnya pasukan muslimin diberi
pertolongan oleh sebab musuh-musuhnya
yang berbuat kemaksiatan kepada Allah. Jika
bukan karena itu, niscaya kita tidak akan
berdaya menghadapi pasukan musuh, karena
jumlah kita tak sebanding dengan jumlah
pasukan musuh, persenjataan kita lebih
sedikit dibandingkan persenjataan musuh.
Jika kita tidak berbuat maksiat, maka kita
akan menang, karena kemenangan kita bukan
karena kekuatan kita. Tapi karena
pertolongan Allah.
Dan ketahuilah, selama perjalanan kalian,
Allah mengirim para malaikat hafadzah yang
akan mengawasi. Maka teruslah merasa malu
kepada mereka. Janganlah kalian bermaksiat
kepada Allah, padahal kalian sedang berada
di jalanNya.
Janganlah kalian berkata bahwa kalian pasti
menang karena musuh pasti lebih buruk dari
kalian, sehingga mereka tidak akan mungkin
menguasai kalian. Boleh jadi suatu kaum
dikuasai oleh kaum yang buruk, sebagaimana
Bani Israil yang dikuasai kaum Majusi.
Karena Bani Israil telah melakukan hal-hal
yang membuat Allah murka.
Mohonlah kepada Allah agar menolong
kalian melawan hawa nafsu kalian,
sebagaimana kalian juga memohon
pertolongan dari Allah dalam melawan
musuh-musuh kalian.”
Lalu apa kesalahan parpol Islam, sehingga
umat Islam ikut menanggung malu dan
merasakan akibat buruk dari kesalahan ini?
Kesalahan terbesarnya adalah tidak adanya
komitmen yang tegas dan loyalitas yang jelas
terhadap Islam.
Dalam hal ini parpol Islam bahkan tidak
segan-segan mengkhianati konstituennya.
Menolak memperjuangkan Syariat Islam,
bahkan menghilangkan asas Islam dan tidak
mau disebut parpol Islam, padahal basisnya
konstituen Muslim serta didukung ormas
Islam. Bukankah ini berarti berkhianat pada
konstituennya sendiri?
Selain itu, kegemaran mereka untuk
bertengkar dan saling melemahkan. Pada
gilirannya, masing-masing parpol Islam lebih
happy berkoalisi dengan parpol sekuler dan
lebih memilih dipimpin oleh pemimpin
sekuler daripada dipimpin di bawah bendera
Islam.
Menurut statistik, penduduk Indonesia
mayoritas beragama Islam, tapi mengapa
tidak berpengaruh dalam perolehan suara
parpol Islam? Hitung-hitungan mayoritas
umat Islam di Indonesia, bukanlah
berdasarkan kualitas, melainkan jumlah yang
tertera dalam KTP.
Oleh karena itu, klaim umat Islam hanya
yang memilih parpol Islam saja, sudah tidak
relevan lagi. Bukan berarti membenarkan
sikap parpol yang bersifat terbuka, non
sektarian dan alasan-alasan oportunis lainnya.
Tetapi semua yang mengaku beragama Islam,
apapun parpol dan ormasnya, berkewajiban
menunjukkan komitmennya terhadap
agamanya, untuk hidup dan mencari
penghidupan berdasarkan syariat Islam.
Mereka tidak boleh sekadar Muslim
demografi, sekadar Muslim KTP; atau Islam
geografi, karena tinggal di wilayah mayoritas
Islam.
Dalam Pilpres nanti, yang bebas dan rahasia
itu, demi kemaslahatan bangsa Indonesia
seluruhnya, maka lepaskan jubah organisasi,
lepaskan pula baju parpol. Selama mengaku
beragama Islam wajib baginya memilih
pemimpin sesuai yang diajarkan agamanya.
Sebagai ilustrasi, orang Amerika sudah tentu
tidak akan rela dipimpin orang Iran.
Begitupun bangsa Rusia tidak akan mau
diperintah orang Pakistan, pemerintah
komunis China pasti menolak dipimpin orang
Mesir. Begitulah semestinya, orang Islam
tidak akan mau dipimpin oleh mereka yang
membenci dan menolak ajaran Islam.
Seperti apakah pemimpin yang seharusnya
dipilih menjadi Presiden RI, negara yang
berdasarkan Ketuhanan YME, demi
keselamatan di dunia dan akhirat kita? Inilah
petunjuk Al-Qur’an dalam memilih
pemimpin:
ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺃَﺋِﻤَّﺔً ﻳَﻬْﺪُﻭﻥَ ﺑِﺄَﻣْﺮِﻧَﺎ ﻭَﺃَﻭْﺣَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﻓِﻌْﻞَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﻭَﺇِﻗَﺎﻡَ
ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻭَﺇِﻳﺘَﺎﺀَ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓِ ﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻟَﻨَﺎ ﻋَﺎﺑِﺪِﻳﻦَ )73 (
“Kami jadikan masing-masing mereka
sebagai pemimpin yang memberikan
petunjuk kepada manusia dengan izin Kami.
Kami perintahkan kepada mereka untuk
melakukan amal-amal shalih, menegakkan
shalat dan mengeluarkan zakat. Mereka
semua senantiasa taat kepada Allah.” (Qs.
Al-Anbiyaa, 21: 73)
Bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin
negara yang mampu membimbing rakyatnya
ke arah kebaikan, menjalankan roda
kekuasaannya di bawah bimbingan kitab suci
Al-Qur’an. Seorang pemimpin yang peduli
nasib rakyatnya, tidak korup, mengerjakan
shalat, mengeluarkan zakat, dan memiliki
integritas dengan ditopang kekuatan akhlak.
Semua persyaratan ini demi kemaslahatan
seluruh bangsa Indonesia.
Pertanyaannya, apakah bangsa Indonesia
memiliki stok pemimpin dengan karakter dan
integritas sebagaimana ayat di atas? Alangkah
sukarnya mencari tokoh Islam yang bisa
menjadi uswatun hasanah . Kebanyakan
mereka hanya pandai melukis Islam di bibir,
tapi mengotorinya dalam perbuatan. Tidak
sedikit dari mereka yang dianggap tokoh
Islam, pandai berkata tapi tidak berbuat apa-
apa, bahkan menjadi alat propaganda negara
lain.
Jika belum ada, sebaiknya rakyat Indonesia
bersabar dan mempersiapkan capres untuk
lima tahun mendatang. Apabila pada Pilpres
2014 diprediksi pemenangnya adalah capres
yang tidak memenuhi aspirasi Qur’ani di
atas, maka UU Pemilu menjamin kebebasan
untuk memilih atau tidak memilih.
Firman Allah SWT:
ﻗَﺎﻝَ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻟِﻘَﻮْﻣِﻪِ ﺍﺳْﺘَﻌِﻴﻨُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﺻْﺒِﺮُﻭﺍ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻟِﻠﻪِ
ﻳُﻮﺭِﺛُﻬَﺎ ﻣَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻗِﺒَﺔُ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ) 128 ( ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺃُﻭﺫِﻳﻨَﺎ
ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞِ ﺃَﻥْ ﺗَﺄْﺗِﻴَﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﺟِﺌْﺘَﻨَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻋَﺴَﻰ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﺃَﻥْ ﻳُﻬْﻠِﻚَ
ﻋَﺪُﻭَّﻛُﻢْ ﻭَﻳَﺴْﺘَﺨْﻠِﻔَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻓَﻴَﻨْﻈُﺮَ ﻛَﻴْﻒَ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ) 129 (
“Musa berkata kepada kaumnya: “Wahai
kaumku, mohonlah pertolongan kepada Allah
dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini
semua milik Allah, dan diwariskan-Nya
kepada siapa yang dikehendaki di antara
hamba-hamba-Nya. Dan balasan yang baik
akan diberikan kepada orang-orang yang taat
kepada Allah.” Kaum Musa berkata kepada
Musa: “Wahai Musa, sebelum kamu datang
kepada kami, kami telah teraniaya, begitu
juga setelah kamu datang.” Musa berkata:
“Wahai kaumku, semoga Tuhan kalian
membinasakan musuh kalian dan menjadikan
kalian sebagai penggantinya untuk mengatur
negeri ini. Allah akan menguji bagaimana
kalian mengatur negeri ini.”” (Qs. Al-A’raaf,
7: 128-129)
Wallahu a’lam bis shawab!

Sumber : arrahmah.com

Aneh ya

Uang Rp 20,000-an kelihatan begitu besar
bila dibawa ke kotak amal masjid, tapi begitu
kecil bila kita bawa ke supermarket.

Aneh yach…,
45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir
tapi betapa pendeknya waktu itu untuk
pertandingan sepakbola.

Aneh yach…,
Betapa lamanya dua jam berada di Masjid,
tapi betapa cepatnya dua jam berlalu saat
menikmati pemutaran film di bioskop.

Aneh yach…,
Susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat
berdoa atau shalat, tapi betapa mudahnya cari
bahan obrolan bila ketemu teman.

Aneh yach…,
Betapa serunya perpanjangan waktu di
pertandingan bola favorit kita, tapi betapa
bosannya bila imam sholat Tarawih bulan
Ramadhan kelamaan bacaannya.

Aneh yach…,
Males banget baca Al-Quran satu juz saja,
tapi novel best-seller seratus halaman pun
habis dilalap.

Aneh yach…,
Susah banget menghafal bacaan Al-Quran,
tapi syair lagu-lagu yang lagi ngetrend
gampang nyantolnya.

Aneh yach…,
Orang-orang berebut paling depan untuk
nonton bola atau konser, tapi berebut cari
shaf paling belakang bila Jum’atan agar bisa
cepat keluar.

Aneh yach…,
Kita perlu undangan pengajian tiga sampai
empat minggu sebelumnya agar bisa
disiapkan di agenda kita, tapi untuk acara
lain jadwal kita gampang diubah seketika.
Aneh yach…,

Susahnya orang mengajak partisipasi untuk
dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi
menyebar gossip.

Aneh yach…,
Kita begitu percaya pada yang dikatakan
koran, tapi kita sering mempertanyakan apa
yang dikatakan Qur'an.

Aneh yach…,
Semua orang pinginnya masuk surga tapi
maunya tanpa harus beriman, berpikir,
berbicara ataupun melakukan apa-apa.

Aneh yach…,
Kita bisa ngirim ribuan jokes lewat email,
tapi bila ngirim yang berkaitan dengan
ibadah sering mesti berpikir dua-kali.

Aneh yach…,
Kita merasa modern manakala menghiasi
aurat kita dengan kosmetika bermerek, tetapi
merasa kuno bila harus menutupinya dengan
hijab yang akan mengantar kita ke syurga
Alloh.
Suatu saat Jibril berkata kepada Rasululloh:
"Muhammad, hiduplah di dunia sesuka hati,
sebab engkau pasti akan mati. Cintailah
kekasihmu dengan sekehendak jiwa, namun
pasti engkau akan meninggalkannya. Dan
berbuatlah semaumu, tetapi ingatlah bahwa
engkau akan dibalas sesuai dengan amalmu."

Dikutip : eramuslim.com

Hijab syar'i Vs Hijab Trendy


Hijab, pasti Anda tak heran lagi ketika mendengar kata hijab, bukan? Ya, pada masa ini kata hijab sudah tidak asing lagi terdengar di kalangan masyarakat khususnya di Kota Cirebon ini. Bahkan sebagian besar kaum hawa di Cirebon sudah menggunakannya, bukan hanya remaja yang terserang dengan style hijab ini. Tetapi, anak-anak dan ibu-ibu yang tak ketinggalan dengan mode dan khususnya pada kalangan Mahasiswi yang terlihat sangat mengikuti berbagai model hijab. Istilah hijab ini baru-baru saja digunakan oleh kalangan masyarakat khususnya Kota Cirebon, yang sebelumnya hijab dikenal dengan sebutan jilbab.

Berbagai model dan motif hijab yang sedang menjadi bintang diberbagai pusat perbelanjaan laku keras oleh kalangan masyarakat. Hijab sudah mulai bermunculan mengikuti zaman modernisasi yang sedang menggandrungi kaum hawa khususnya di Kota Cirebon. Apalagi dengan tata cara menggunakan hijab yang sesuai dengan style para fesyen zaman sekarang. Pada saat ini berbagai tutorial hijab mudah dicari di tabloid-tabloid bahkan dengan mudah kita dapat mengaksesnya lewat jejaring sosial seperti You Tube. Tak jarang kalangan remaja pun berlomba-lomba menciptakan model hijab dengan kreasi mereka sendiri.

Hijab memang sangat berkembang pesat pada kalangan  mahasiswi di Kota Cirebon. Khususnya bagi umat muslim, berbagai model dan motif hijab yang beragam dan fasionable membuat mereka semakin bebas mengekspresikan style  yang mereka suka. Kebebasan dalam mengekspresikan hijab ini yang akan mengkhawatirkan pengguna hijab mengesampingkan hijab dari segi ke syar’iannya.

Hijab berasal dari kata hajabah yang artinya menutupi, dengan kata lain al-hijab adalah benda yang menutupi sesuatu. Memang terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab, pada dasarnya setiap jilbab adalah hijab tetapi tidak semua hijab itu jilbab. Dengan demikian makna hijab yang sebenarnya adalah lebih luas cakupannya dari pada jilbab, tetapi banyak orang yang mengira bahwa hijab setara jilbab.

Jilbab yang sebenarnya adalah pakaian yang longgar dan dijulurkan keseluruh tubuh hingga mendekati tanah serta tidak mendekati lekuk tubuh. Hal ini tertuang dalam perintah Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59 "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka..."

Beriringan dengan hal ini, apakah jilbab atau yang biasa mereka kenal sebagai hijab yang selama ini  mereka gunakan sesuai dengan syariat Islam atau mungkin hanya sekedar trend yang ada pada zaman modernitas saat ini ?

Jika  melihat fenomena yang saat ini sedang berlangsung dikalangan para mahasiswi menggunakan jilbab atau yang saat ini dikenal sebagai hijab itu sudah merupakan hal yang lumrah bagi mereka bahkan kurang lebih 90% mahasiswi yang berada di wilayah Kota Cirebon menggunakan jilbab. Tetapi fenomena ini tidak sesuai jika disetarakan dengan pengertian hijab yang sesungguhnya, atau disebut sebagai hijab syar’i.

Banyak dari mereka yang mengaku sudah berhijab tetapi dengan gaya berpakaian yang bertolak belakang dengan hijab yang sesungguhnya di anjurkan yaitu dengan berpakaian longgar, yang dijulurkan keseluruh tubuh dan tidak mendekati lekuk tubuh.

Dari hal tersebut munculah beberapa anggapan, yang salah satunya sudah tak asing lagi terdengar oleh terlinga kita yaitu ‘mengenakan pakaian tetapi seperti tidak mengenakan pakaian’. Memang sangat ironis mendengar hal ini.

Ditambah lagi dengan maraknya sanggul yang mereka perlihatkan di balik jilbab, yang disebut menyerupai punduk unta. Dalam aturan berhijab sesungguhnya mengenakan sanggul dibalik jilbab adalah tidak diperbolehkan karena secara tidak langsung sanggul memperlihatkan bentuk aurat.

Bagaimana dengan jilbab yang berwarna-warni dengan berbagai motif yang  mencolok? yang saat ini memang sedang digemari oleh kalangan mahasiswi. Hal ini pun sesungguhnya tidak dianjurkan berhijab demikian karena pada hakikatnya berhijab bertujuan untuk menghindarkan fitnah atau pandangan dari yang bukan mukhrim, jadi dikhawatirkan ketika kita mengenakan hijab yang terlalu mencolok akan menimbulkan fitnah dan bergeser dari tujuan awal dalam berhijab.

Imam Asy-Syahid Abdullah Azzam pada risalahnya mengatakan bahwa ‘Hijab adalah Ibadah, bukan adat’. Menurut beliau juga dijelaskan Syarat-syarat Hijab Syar’i ‘Sesungguhnya Hijab syar'i bagi wanita muslimah wajib tebal dan tidak nipis, tidak boleh hijab itu bercorak warna-warni yang mencolok mata. Hijab pula tidak boleh sempit (ketat). Tidak boleh pula berhijab disertai parfum dan menawan. Hijab Muslimah tidak boleh pula menyerupai pakaian lelaki. Diwajibkan pula hijab ini menutupi seluruh anggota badan. Di antara dalilnya ialah: “Hendaklah mereka (wanita) menghulurkan khimar (kain labuh) ke atas leher-leher mereka” (An-Nuur:31).

Saudariku.. sesungguhnya hijab syar’i itu mengangkat derajat kita, para wanita muslim. Dan agar dikenali sebagai muslimah, yang bertujuan untuk melindungi diri kita dari fitnah dan membantu menjaga pandangan dari laki-laki.

Perlu diingat kembali seorang muslimah hendaknya berhijab menjaga dirinya, karena keindahan kita tidak untuk dipertontonkan. Dan kecantikan kita terletak pada keimanan, ketakwaan, akhlak rasa malu yang terpancar dari bagaimana cara kita melindungi aurat kita. Dan pastinya berhijab untuk mencari ridha-Nya.

Nida Romadhona
Anggota Lembaga Dakwah Kampus
Ikatan Mahasiswa Masjid Nurul Ilmi UNSWAGATI

Rabu, 05 Februari 2014

5 hal untuk mendidik anak menjadi sholeh dan sholeha


Ada sebagian kalangan yang memiliki sebuah prinsip yaitu 2 anak cukup, apa prinsip memperbanyak anak boleh tidak ?, tentu saja boleh, cukupkah satu prinsip itu ?, yang berikutnya adalah memperhatikan pendidikan anak karena sebagian kalangan timpang ketika mempraktekkan prinsip seperti memperbanyak anak tapi tdak memperhatikan pendidikan anak, seorang suami adalah seorang pemimpin, suatu hari akan ditanya oleh Allah, begtu juga Istri tentang amanah yang telah Allah berikan yaitu Anak

kata Nabi Muhammad SAW : “seandainya seorang hamba diberikan amanah kepemimpinan oleh Allah SWT kemudian dia tidak mampu memberikan sesuatu kepada yang ada dibawah kepemimpinannya maka dia tidak akan mencium bau surga”
Bagaimana caranya agar anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholeha, berikut ini simaklah 5 Hal untuk mendidik anak menjadi sholeh dan sholeha:

1. ILMU
Hal pertama mendidik anak adalah perlu ilmu, banyak diantara kita yang sedikit menyiapkan ilmu untuk mendidik anak dari pada iilmu mengenai pekerjaan kita, ketika ia ditanya tentang pekerjaan maka dia sangat mahir tetapi saat ditanya mengenai ilmu mendidik anak ia diam seribu bahasa, padahal mendidik anak itu 24 jam sedangkan pekerjaan hanya beberapa jam saja, apa adil kita mempunyai ilmu yang digunakan beberapa jam tapi tidak mempunyai ilmu yang kita gunakan terus menerus ?, ilmu yang kita butuhkan dalam mendidik anak adalah agama :
Ilmu akidah
Ilmu tentang sholat dan syariat
Ilmu tentang adab (adab makan contohnya dll)
Ilmu akhlak
Apakah cukup hanya ilmu agama saja ?, tentu saja tidak, yang sering dilupakan yaitu pemberian Hukuman dan Hadiah, Pemberian hukuman hanyalah sebuah sarana untuk membuka motivasi internal yang ada di dalam diri anak, jangan asal-asalan dalam memberi hadiah dan hukuman

2. KESHOLEHAN ORANG TUASemua orang tua ingin mempunyai anak yang sholeh dan sholeha, tapi yang disayangkan banyak dari orang tua yang lupa bahwa jika ia ingin mempunyai anak yang sholeh dan sholeha maka orang tua tersebut juga harus sholeh dan sholeha, seandainya orang tua sholeh ketika anaknya pertama kali membuka matanya, melihat dunia ini yang ia lihat adalah seorang ibu yang sedang sholat malam, ketika ia menoleh ke sebelah kanan dia mendapatkan seorang bapak yang sedang membaca Al-qur’an, itulah yang akan terekam dibenak anak kita, keseharian orang tua yang sholeh dan sholeha, itu akan menjadi contoh bagi anak

3. KEIKHLASAN
Ikhlas adalah roh bagi semua amalan, termasuk dalam mendidik anak, disetiap aktivitas pendidikan untuk anak kita harus disertai dengan keikhlasan dalam rangka mencari keridhoan dari Allah SWT, baik itu dalam masalah membanting tulangpun kita berusaha untuk ikhlas dan menjadikan anak kita sholeh dan sholeha, kekuatan ikhlas yang pertama, dengan keikhlasan semua aktivitas akan terasa ringan, mendidik anak dari proses membuat, melahirkan, mendidiknya adalah proses yang sangat panjang dan berat dan membutuhkan keikhlasan hati, ketika kita menasehati anak juga butuh ketulusan hati dan keikhlasan, ketika penyampaian kita dengan keikhlasan maka akan membekas dalam hati anak kita

4. KESABARAN
Kesabaran adalah syarat yang mutlak, seperti sabar berprilaku yang baik, anak itu seperti kertas putih, jika kita menggambar dalam kertas itu bisa menggambar, maka gambarnya akan indah, sebaliknya jika tidak tahu menggambar maka hasil gambarnya akan jelek, mendidik anak itu seperti mengukir diatas batu, susah sekali tapi jka sudah jadi maka masyaAllah indah sekali, kesabaran sangat dibutuhkan sekali dalam mendidik anak ini, sabar menghadapi pertanyaan anak, kita tahu kan anak-anak sering menanyakan hal yang aneh, jangan dijawab sekenanya saja atau justru tidak dijawab, karena itu adalah bukti kalau anak masih percaya kita atau orang tuanya, dan jadilah pedengar yang bak bagi anak kita, yang paling penting adalah sabar ketika emosi memuncak

5. IRINGAN DO’A
Setelah yang disebutkan diatas yang peting adalah do’a, kita tau do’a orang tua untuk anak adalah mustajab, dari kecil sampai sekarang harus mendo’akan, bahkan dari membuat, ketika istri kita hamil, kita do’akan agar menjadi anak yang sholeh dan sholeha

Itulah yang harus diperhatikan untuk mendapatkan atau mendidik anak menjadi soleh dan sholeha

Sabtu, 01 Februari 2014

Kerukunan umat seagama



Apakah kita pernah berfkir bahwa Nabi Muhammad diutus hanya untuk bangsa arab saja ?, jika demikian itu salah besar, Ia juga diutus untuk seluruh umat mausia dan rahmat bagi semesta alam. Hal itu terdapat dalam surat Al-a’raf ayat 158, “Katakanlah : hai manusia sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu semua”

Agama islam diterima oleh berbagai ras, suku, bangsa dan budaya, berbagai macam pemahaan dan pengetahuan menyebabkan munculnya banyak aliran dalam agama begitupun di indonesia, organisasinya pun bermacam-macam seperti Nahdatul ulama, persis, muhammadiyah dan lainnya, sedangkan dalam akidah terdapat aliran jabariyah, qadariyah dan asy’ariyah .

Kita harus menyikapi perbedaan itu dengan positv, perbedaan itu adalah rahmatan lil alamin yang merupakan dinamika islam dari berbagai daerah, supaya kita tetap terjaga dan terhindar dari perselisihan dan berakhir dengan perpecahan umat . “Perbedaan pendapat pada umatKu hendaknya menjadi rahmat ”, demikianlah sabda Nabi Muhammad SAW

6 situasi yang membuat seseorang berdo'a

                 


Assalamualaikum Berikut ini saya akan menyebutkan beberapa situasi yang akan membuat kita secara otomatis akan berdo’a walaupun sebenarnya mungkin kita jarang ingat pada Allah SWT atau jarang berdo’a, karena berdo’a adalah suatu kebutuhan seharusnya kita berdo’a sehari-hari agar semua yang kita inginkan dikabulkan oleh Allah SWT, berikut adalah situasi yang membuat kita berdo’a :


1.       Ketakutan
Pada saat kita berada dalam situasi takut karena terjadi hal yang tidak diinginkan maka biasanya kita akan berdo’a, contohnya ketika kita sedang berjalan dimalam hari sendirian dalam gelap malam, kita takut akan hantu atau sebagainya kita akan berdo’a membaca ayat-ayat suci


2.       Mendapat musibah
Ketika kita ditimpa suatu musibah entah bentuknya seperti apa, kita pasti lekas-lekas meminta pertolongan dari Allah SWT, apalagi kita kehilangan harta yang menurut kita berharga, maka setiap hari kita akan berdo’a


3.       Menyesal
Penyesalan akan sesuatu membuat hati kita sadar akan sesuatu yang benar dan kita berharap bisa memperbaikinya, saat itulah kita akan senantiasa berdo’a agar apa yang kita lakukan bisa dimaafkan


4.       Melihat orang yang bernasib buruk
Lihat orang-orang sekeliling kita yang nasibnya jauh lebih tidak beruntung dari kita maka seketika itu kita panjatkan do’a agar kita tidak bernasib sama seperti mereka


5.       Medapat rejeki
Mungkin ketika kita mendapat hadiah atau apalah yang membuat kita senang kadang kalanya kita berdo’a agar sesuatu itu tidak menghilang dari kita dan senantiasa ditambahkan, bagi kita yang terlarut akan kesenangan mungkin lupa untuk berdo’a, tapi bagi orang yang beriman dan sadar kalau rejeki yang sedang dinikmatinya itu datagnya dari Allah maka ia akan berdo’a dan berterimakasih padaNya


6.       Menginginkan sesuatu
Jika kita menginginkan sesuatu misalnya barang atau  sebagainya maka kita akan berdo’a apa yang kita inginkan itu segera dikabulkan oleh Allah, apalagi hal yang menyangkut duniawi dan harganya mahal, pasti kita aka getol berdo’a setiap hari

Itulah 6 situasi yang membuat seseorag berdo’a walaupun orang tersebut jarang berdo’a, seharusnya dalam situasi apapun kita harus berdo’a kepadanya, agar kita seantiasa dekat denganNya, tetap terjaga keimanan kita, semoga artikel ini ermanfaat bagi semua yang membacanya, wassalam :)

10 alasan wanita mengenakan hijab

Berhijab adalah salah satu kewajiban bagi muslimah karena itu adalah perintah Allah SWT, hijab sendiri artinya menutupi, Banyak hal yang kita pikirkan saat akan memakai hjab atau saat menggunakan hijab, saya tidak akan panjang membahas soal hijab karena saya Cuma akan membahas  alasan perempuan memakai hjab, diantaranya :

1.       Mode
Banyak kaum perempuan sekarang menggunakan hijab hanya untuk fashion semata atau mengikuti arus fashion semata, karena sifat perempuan juga seperti itu maka banyak wanita menggunakan hijab


2.       Menutupi rambut
Mungkin bagi yang tidak PD dengan rambut atau mempunyai rambut yang gimbal maka perempuan menggunakan hjab hanya ntuk menutupi rambut kepala saja


3.       Tampil cantik
Tampil cantik adalah hal yang sering diperhatikan bagi wanita, pada saat menggunakan hijab mungkin dia merasa lebih cantik dari pada saat tidak akan menggunakan hijab, karena itu banyak wanita menggunakan style hijab yang beragam untuk mempercantik dirinya


4.       Teman yang berhijab
Jika kita mempunyai teman atau banyak sahabat yang berhijab maka terbersitlah dihati kita untuk berhijab, selain untuk kekompakan mungkin dengan hal itu tidak ada pembeda diantara para sahabat atau teman kita


5.       Acara khusus
Pada saat menghadiri acara khusus pasti kita akan berrfikir akan mengenakan hijab, apalagi pada acara-acara keislaman seperti pengajian, maulid nabi, dll maka pasti semua memakai hijab (kecuali cowo ya, hehheh)


6.       Melindungi diri
Wanita yang mengenakan hjab rata-rata jarang diganggu oleh lelaki jahil, oleh karena itu wanita berfikiran untuk melindungi dirinya dengan salah satunya menggunakan hjab tersebut, lihatlah berita-berita di media massa, kasus pemerkosaan atau yang lain-lain rata-rata korbannya adalah wanita yang tidak memakai hijab


7.       Disuruh orang yang kita sayang
Maksud disuruh oleh orang yang kita sayang contohnya ibu kita yang menyuruh sehingga kita tidak bisa menolak atau mungkin pacar kita yang meminta, biasanya jika orang yang kita sayangi yang menyuruh maka kita akan segera melaksanakannya seperti berhijab


8.       Agar terlihat baik dihadapan orang
Kita berpendapat kalau orang yang mengenakan hijab adalah orang baik-baik, kenyataannya bahwa tidak sedikit wanita yang menggunakan hijab untuk menutupi keburukannya agar terlihat baik dihadapan yang melihatnya


9.       Berada dikawasan agamis atau islami
Pada saat kita ada dikawasan yang kental dengan agama islamnya kita pasti tidak akan mengenakan pakaian ala metropolitan yang serba seksi , seperti halnya di pesantren atau negara yang beragama islam yang ketat seperti arab dll

10.  Menyempurnakan iman
Nah inilah yang harus ada dihati para muslimah sekalian yaitu menyempurnakan iman, karena ketakutannya pada Allah SWT, mematuhi perintah Allah SWT maka muslimah sekalian mengenakan hijab, hjab yang syar’i tentunya

                Nah itulah beberapa faktor wanita menggunakan hijab, entah terpaksa atau sebagainya, kita tahu bahwa wanita memiliki beberapa karakter, disitulah terdapat alasan mengapa wanita tersebut menggunakan hjab, semoga artikel ini bermanfaat :)

Minggu, 26 Januari 2014

Ujian

Kita akan memperoleh ujian selama kita hidup, hidup tanpa ujian mungkin sama saja kita mati, cepat atau lambat kita akan megalami mati, semua adalah sunnatullah yang tidak dapat kita hindari

Bila dilihat lagi kematian buka hanya berpisahnya roh dari jasad, tidurpun juga adalah kematian walaupun haya sementara, seseorang yang mengalami bangkrut juga adalah kematian yaitu kematian dalam usaha .
Kematian hakkatnya adalah sebuah peralhan dari ada menjadi tiada, bahagia menjadi duka, kaya menjadi miskin, sehingga kesimpulanya adalah semua itu adalah ujian dari Allah dan kita harus tabah dan bersabar menghadapinya, bukan berarti Allah benci pada kita tapi sebaliknya Ia mencintai kita dan menimpaka banyak ujia kepada kita supaya Allah dapat mendengar rintihan kita yang memuja keagungan dan kebesaranNya.

Pada umumnya saat kita mendapat ujian kita akan banyak menyebut asma Allah serta berdoa agar dijauhka dati penderitaan dan kesengsaraan yang menghmpit, adakalanya ujian itu semak berat maka semakinlah ia serius memohon pada Allah . sebearnya itu semua adalah berkah dari Allah yang tidak kita sadari dan nikmat yang sangat besar
Selalu ada hikmah yang dapat kita petik dalam setiap cobaan, kita hanya harus dapat meyikapinya dengan baik :)